Minggu, 30 Maret 2014

Pesawat Bisa Menghilang? Ini Caranya

Beberapa waktu belakangan ini dunia digemparkan dengan musibah hilangnya pesawat Malaysia Airlines flight MH 370. Keterangan resmi pemerintah Malaysia flight MH 370 sudah berakhir di Samudera Hindia dan diperkirakan tidak ada korban yang selamat baik penumpang maupun awak pesawat. Sampai sekarang pencarian puing pesawat dan kotak hitam masih berlanjut, juga berbagai spekulasi mengiringi mulai dari analisis para pakar maupun berbagai teori konspirasi a la Hollywood. Kita doakan yang terbaik bagi para korban dan keluarganya.

Yang menjadi pertanyaan banyak pihak adalah bagaimana kok bisa pesawat tersebut melenceng jauh dari jalur penerbangan aslinya, melewati radar militer tiga negara (Thailand, Malaysia, Indonesia)? Hal ini tentu ada yang lebih berkompeten untuk menjawabnya. Nah di sini saya mau sedikit memberi gambaran mengenai transponder pesawat, bagaimana pesawat bisa "menghilang". Jangan serius banget ya, karena hanya dari sudut pandang orang awam. Sumbernya pun ngawur banget ; dari film. hehehe

Mungkin ada yang pernah nonton film Perancis L'es Chevalier du Ciel a.k.a Sky Fighters? Di film tersebut ada adegan bagaimana pesawat (tempur) "menghilang" dan tidak terdeteksi radar. Nah jadi ceritanya, bukan menghilang dan tidak terlihat sama sekali. Akan tetapi mengganti kode transponder dari jalur penerbangan lain, dan terlihat sebagai penerbangan lain di radar. Pesawat tempur yang berjumlah 3 pesawat pun bisa terlihat hanya jadi 1 titik dengan terbang berdekatan.

Agar lebih jelas bagaimana kalau saya beri screen capture film tersebut? Yuk, mari,.

gambar1. Ini subtitlenya percakapan radio dari pilot pesawat Mirage untuk bersiap-siap menukar tanda radarnya

gambar2. Kalo ini yang ngomong pilot p










Minggu, 27 Oktober 2013

Pontianak dalam Kenangan


Sekedar mencoba upload file dalam hal ini foro zadul.. ini ketika masih penempatan di Pontianak, Kalimantan Barat.. Saya penempatan di sana medio 2005 s.d 2008, foto diambil sekitar Oktober 2005. Lokasinya di jalan Ahmad Yani II yang menghubungkan bandar udara Supadiao dengan kota Pontianak. Dari Bandara ke kota naik kendaraan sekitar setengah jam, melewati lahan-lahan pertanian yang luas. Waktu itu sih masih sepi, pastinya sekarang sudah ramai di kanan kiri jalan ya.

Walaupun fotonya Selamat Datang, tetapi saat ini sudah 'selamat tinggal' Kalimantan Barat...

Kembali Menulis Kembali Hidup

Ahahahai.. tersenyum kecil membaca blog sendiri, post terakhir adalah ketika kelahiran si bungsu. Dan itu sudah 2 tahun yang lalu! Sekarang anaknya sudah disapih, sudah lari-lari dan aktifnya minta ampun, main-main dengan mbak-mbaknya. Hla ke mana saja dua tahun ini blognya kosong?

Facebook dan twitter telah merenggut segalanya. Padahal, di Facebook, bisa juga menulis panjang lebar di status. Tetapi selama ini seakan terjebak, status hanya untuk guyonan, pendek gak jelas, atau bila tidak status (padahal tiap hari online) hanya jadi silent rader di mana-mana. Tak terasa dua tahun tanpa ada tulisan, sayang sekali..

Kesadaran seakan tersentak ketika kemarin membaca tentang peristiwa G30 S.. Lho kok bisa? Iya, jadi ceritanya ada teman menulis status facebook tentang siaran televisi ketika dia kecil. entah bagaimana nyambungnya ke siaran film Pengkhianatan G 30 S/PKI yang wajib tayang setahun sekali itu. Iseng googling tentang hal itu, banyak link yang menerangkan tentang serpihan bagian peristiwa itu; visum dokter forensik yang memeriksa jenazah para jenderal yang diculik. Tentu tidak akan dibahas di sini, yang jelas ada satu bagian di mana seorang dokter yang ketika Orde Baru tentu dilarang biacar, sedangkan waktu berjalan setelah era reformasi (seharusnya) sudah bisa biacara kebenaran tanpa takut dihilangkan atau bagaimana, tetapi apa daya waktu sudah membuat usianya lanjut dan jadilah tinggal beliau sebagai jompo yang tidak meninggalkan cerita apa-apa.

Terbayang semisal tidak dapat berbicara, tentu tulisan akan lebih berarti. Tidak harus saat ini juga seketika baru ditulis, tetapi bisa setahun lagi, dua tahun lagi, entah kapan sewaktu-waktu ada yang membaca dan bermanfaat tentu akan sangat berguna bahkan bilsa penulisnya sudah meninggal. Dari situ muncul juga keinginan menulis lagi.

Banyak sekali peristiwa yang terjadi dan bila dituliskan bisa panjang. Semoga sempat menuliskannya, dan yang jelas semoga bermanfaat. Insya Alloh

Teluk Betung 27-10-2013
arif s

Senin, 31 Oktober 2011

SMS Kelahiran Thorif

Alhamdulillah saya dan istri kembali diberi amanah oleh Alloh, sebuah nikmat yang besar; anak ketiga dan kali ini laki-laki. Hehe.. iya deh nurut kalo ada yang bilang "akhirnya komplit ya.." atau "akhirnya laki-laki juga ya.." seolah-olah kalo perempuan (lagi) maka kami tidak akan bahagia. Padahal sungguh demi Alloh apapun jenis kelaminnya kami tetap bersyukur karena lahir dengan selamat.. dan pastinya dipercaya untuk merawat anak-anak, sesuatu yang pasangan lain belum juga diberi.

Semua merupakan nikmat yang kami syukuri. Anak pertama, kedua, ketiga, perempuan dan laki-laki. Semuanya sama, semua juga kami sambut dengan antusias. Salah satu antusiasme kami tiap kelahiran anak adalah dengan mengirim sms kelahiran. Bisa dipastikan semua nomor di kontak hp saya, saya kirimi sms kelahiran tersebut. Sms kelahiran Hana dan Sabrina sudah pernah saya tulis, dan sekarang giliran sms kelahiran Thorif.

Sedikit yang menjadi ganjalan sebenarnya justru di kelahiran anak laki-laki yang dibilang spesial dan ditunggu-tunggu ini ternyata smsnya lebih sedikit. Harap maklum, kontak di hp banyak yang hilang karena hp saya (dan hp istri juga) rusak total beberapa waktu lalu. Yang jelas kami tegaskan bahwa antusiasme kami tetap sama untuk setiap anak, insya Alloh.

Anak ketiga kami lahir di RB Permata Ibu, Tersobo - Prembun. Lahir melalui persalinan normal dengan berat 3.7 kg dan panjang 48 cm. Alhamdulillah semua sehat. Sang bayi kami beri nama "Thorif Shofwan al Hamdi", artinya kurang lebih yang lembut dan terpilih, al hamdi-nya yaa biar keren aja, hehe..Thorif juga berarti 'ujung', mungkin kami berencana menjadikan dia anak bungsu, ah tapi itu pikir lagi nanti :).

Ini dia sms kelahiran Thorif; "Alhamdulillah, telah lahir ananda ke-3 kami 'Thorif Shofwan al Hamdi' hari ini rabu 19-10-2011 pkl 17.30 dg normal, 3.7kg, 48cm. Mohon doanya ;-) -Arif & Wiwit-". Dan berikut respon yang saya terima :

Ani Setianingrum
19-10-2011 18:02
Alhamdulillah...semoga mjd anak sholeh n berguna bagi agama,bangsa n umat... om arief nang prembun po?

Uti
19-10-2011 18:08
Alhamdulilah. Br bk hp.q. Y bsk uti tengoknya y?

Puji Sudarti
19-10-2011 18:11
Alhamd..akhirny..COWOK ya,udh lengkap dech..wah wah wah selamat ya..

Kakung Sholeh
19-10-2011 18:42
Alhamdulillah

Akmal Setiawan
19-10-2011 19:08
Oh ya, selamat ya...moga2 sehat semua ibu n bayinya n abinya n mbak2nya. Sory kiye rodo telat balese

Agus 'Ipunk Wardhana' Purwanto
19-10-2011 19:50
Alhamdulillah,melu seneng kang,mugo2 dadi anak sing sholeh

Ahmad 'Aceng' Maulana
19-10-2011 19:51
Alhamdulillah, insya Alloh sholeh kang.

Agus 'Jayeng Bayat' Hendartono
19-10-2011 19:59
barakallahufykum smg mnj anak yg sholeh

Agus Prinanggar
19-10-2011 20:00
Alhamdulillah, dapat cowok nih, bisa diajak sparing pentjak silat. Selamat ya Kang semoga menjadi putra yang soleh dan berbakti kepada kedua orang tua, aamiin

Bambang 'Bams Parker' Suharto
19-10-2011 20:01
Alhamdulillah, produktif amat kakakq ini. Smg keponakanku mjd anak yg sholeh dan brmanfaat bg dunia, bg agama, bngsa, dan negara.

Dani Sugiri Wiryodikarto
19-10-2011 20:03
Alhamdulillah... Smoga dpt mnjaga amanah mndidik mjadi anak sholih...

Aga Yudho
19-10-2011 20:04
Alhamdulillah,akhirnya dpt jg anak laki2 ya akh.barakallah utk antum sekeluarga.smga thorif mjd anak yg sholih.

Danang PW
19-10-2011 20:05
Alhamdulillah.. Wah gde ya.. Smoga mnjadi anak soleh dan brbakti pda orangtua,amin..

Dharmawan Sigit Pranoto
19-10-2011 20:06
Alhamdulillah. Barakallahu, bung..

Bu Dian Andayani
19-10-2011 20:06
Selamat ya atas kelahiran anak ke 3 dg selamat semoga menjadi anak yg soleh

Bulik Tari
19-10-2011 20:07
Ass, alkhamdulillah... Syukur...cepat sehat...wah hana sama sabrina seneng nh dengan adik ya...salam buat semua, wass

Dosen Dian Rezeki
19-10-2011 20:09
Alhmdlh Rif,semoga anak n ibu dalam kondisi sehat. Thorif menjadi anak yg berbakti n cerdas, amin...

Erwin BPKP
19-10-2011 20:18
Alhamdulillah...selamat ya mas...semoga menjadi anak yg membanggakan bagi kedua orang tuanya...aamiin

+62856....363
19-10-2011 20:19
Alhamdulillah, slamat ya kang, smoga jd pelita bg keluarga ya kang. Endarto

+6285226...29
19-10-2011 20:20
barokalloh ya.. mg mjd anak yg sholih. uda komplit ni. lg di kampung ni mas?

+6281390...09
19-10-2011 20:21
Turut berbahagia Mas..atas mijil lahirnya Thorif shofwan al hamdi; semoga tumbuh kembang sehat soleh...semoga ibunya lekas pulih juga..aamiin.

Muhamad Irfan 'Phongkil'
19-10-2011 20:24
Selamat gan, semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah

Bibi Tini
19-10-2011 20:24
Iya ms arif, mbh doain smoga jd anak yg berguna bagi agama, ortu, bgs n negara, pinter n sehat selalu. Bulik blm smpat nengok ni lg siap2 mau tot k smrg 5 hr.

Irwan 'Irsa' Sani
19-10-2011 20:25
Alhamdulillah slmt ya yi.smg mjd ank soleh,brbakti pd agama,ortu,nusa & bangsa.amiin..btw fadhil hr ni tpat stahun yi:D

M 'Maman' Fazlurrahman
19-10-2011 20:28
Alhamdulillah, barakallah mas...smoga jd anak yg sholih.

Mahadhir D Husain
19-10-2011 20:28
Alhamdulillah. Lengkapya putra putrinya bro. Semoga jadi putra yang sholeh nan membanggakan

Kang Eki PD
19-10-2011 20:28
Barokallah ya rif, smg anakny mjd anak yg shleh

Fahrizal 'Ichanx' AN
19-10-2011 20:30
Barokallah semoga menjadi soleh, penegak agama Allah, taat kepada orang tua.... Jadi pulang mas?

Halim 'Legend' Nuswantoro
19-10-2011 20:30
alhamdulillahirobbilalamin. nnnnderek bingah kang, mugi paring kaberkahan dalam rumah tangganjenengan dengan lahirnya tambahan anggota kluarga baru. Smoga si kecil dapat tumbeh sehat menjadi anak yang berbakti pada orang tua, agam, bangsa dan negara. amin!

+628789...93
19-10-2011 20:30
Robbi habli minassolihin,selamat ya mas mudah2an diberi kebarokahan tuk mas sekeluarg aaaamiiin

+62812866...76
19-10-2011 20:30
Alhamdulillah, selamat ya, semoga jadi jundi yg sholeh n penambah harmonis keluarga. Salam kangen dari jauh#titipan istri#

Pak Haryono
19-10-2011 20:32
Alhamdulillah , mudah2an ibunya lekas pulih dan  hamdi cepat besar berbakti kpd Allah dan kpd k 2 orang tuanya

Herie Safitri
19-10-2011 20:33
Selamat ya. Semoga ananda Thorif Shofwan al Hamdi mjd anak yg soleh, pemimpin kebanggaan keluarga,bangsa & agama.amin

Bang Haryanto - Pontianak
19-10-2011 20:37
Alhamdulillah... Dapat ikhwan juga. Tahniah ya.

Bulik Eng
19-10-2011 20:39
Alhamdulillah. Selamat ya buat Arif n Wiwit, mg berbahagia..dan kelak ananda ...cowok kan ya, mg jd anak yg soleh dan berguna bg nusa bangsa, agama.

Prima Ardi Candra
19-10-2011 20:40
ASElamat kang...:) Semoga mas thorif bisa mjadi anak yg soleh,cerdas,sehat dan berbakti pd abi dan ummi nya..:)

Mas Irfan - Pontianak
19-10-2011 20:44
Barakallah, Moga jd anak sholeh ya. Aamiin

Mas Syarif Thoyib
19-10-2011 20:44
Barokalloh mas, senang tambah sodara

Kristina Kusuma
19-10-2011 20:44
Slmt ya.mg jd anak sholeh. Btw,ngebut to. Andang anak e wis 3.

Mas Bambang 'Pakdhe Thung' Esfiyanto
19-10-2011 20:45
alhamdulillah,smg jd anak sholeh. n cepet nambah anggota keluarga lagi krn anak adl harta kita. aamiin.

Nugroho 'Nugie' Wisnubroto
19-10-2011 20:45
Barakallah,wis mulih durung?

Agaphilaksmo Adhyarsa Parayudha
19-10-2011 20:46
Alhamdulillah. Selamat yo kang. Smg mjd anak yg sholeh. Amiin. Waah buntutnya sdh 3.. Hehe..

Pak Ngatijan
19-10-2011 20:50
Alhamdulillah juga, selamat ya , smoga kelak menjadi anak yg sholeh , akhirnya terkabul juga punya jagoan, Om di jawa apa dilampung, salam tuk tante ya

Abdul Aziz 'Al Makawi' - Pontianak
19-10-2011 20:51
Subhanallah slamat ya akh,smoga antum diberikan kekuatan mengemban amanahNYA.

Danang Hartadi
19-10-2011 20:55
Wah, selamat mas. Akhirnya dapat putra mahkota

Mosik Saura
19-10-2011 20:58
Barakallahu fiikum.. Semoga kelak mnjadi anak sholeh n mmbahagiakan orang tua n keluarganya :)

Sigit Kurniawan
19-10-2011 20:59
Alhamdulillah kang ase.. mdh2an menjadi kebanggaan orangtuanya.. Amiin..

Tri Marhendra Rahardyan
19-10-2011 21:05
Alhamdulillah, barakallah pak. Semoga menjadi putra yang sholeh, sehat dan cerdas sebagai qurrota a'yun bagi kedua orang tua. Aamiin. Posisi dmn pak skr?

Nofizal 'Rhe' Kurniawan
19-10-2011 21:14
Barakallah.. Mugi2 dadi anak sing soleh.. Alhamdulillah lengkap ki Kang, cowok cewek

Ismail Budiono
19-10-2011 21:26
Alhamdulillah.. :)

Rusdi Candra Prima
19-10-2011 21:34
Alhamdulillah.. Selamat ya akh.. Semoga bersama kakak2nya menjadi anak yang sholeh solihah kebanggaan orangtuanya dunia akhirat. amin

Pak Yanto
19-10-2011 21:35
Barakalloh moga jadi anak sholeh

Mas Aan KPKNL
19-10-2011 21:45
Alhamdulillah, smoga jadi anak yg sholeh,amin

Bang Hendri BC
19-10-2011 22:00
Alhamdulillah...moga menjd anak saleh dan berbakti kpd orangtua...amin...selamat ya akh

Mbak Nani Susanti
19-10-2011 22:07
Semoga menjadi anak sholeh..menambah iman dan taqwa kedua org tua. Amin..

Danang Hadiyanto
19-10-2011 22:13
Alhamdulillah..wah,selamat yo Kang,smg Thoriq mjd anak yg soleh dan berbakti.Amin ^^

Jaelani - Pontianak
19-10-2011 22:13
Alhamdlah maz. Trut berbhagia

Rio Eryco V
19-10-2011 22:20
Barakalloh mas. Smg adik Thorif menjadi anak yg sholeh, sehat, semangat, n slalu ceria. Lbh cepet dr perkiraan ya? Gak telat kan sampe rumah?

Indrajaya 'Pakdhe' Burnama
19-10-2011 22:25
Barokallah pak, mg2 jd anak sholih. Lbh sholih drpd bpknya ;) salam dr istri wat mb wiwit. Met berbahagia tuk nt skeluarga

Sandi Syamsudin Kurniawan
19-10-2011 22:51
Barakallahufik. Alhamdulillah, semoga jagoan jadi putra yg sholeh kebanggaan dunia dan akhirat

Zaki 'Mujur' Murtadho Dhiya'ul Haq
20-10-2011 00:36
Alhamdulillaaaaah... Selamat mas, smg mjd anak sholeh yg brbakti pd ortunya & senantiasa brmanfaat tuk umat...

Bulik Evi
20-10-2011 04:42
Alhamdulillah. Barokallah ya m arif n m wiwit smg jd anak yg sholeh. Lhr dmn?

Pak Sukardi
20-10-2011 04:53
Alhamdulillah semoga menjadi anak yg sholeh dan berbakti kepada orang tua amin

Dian 'Iank' Jatmiko Adhi
20-10-2011 05:30
Alhamdulillah, smg jd anak sholeh ya, barakallah :)

Priyanto 'Ciu Bekonang'
20-10-2011 05:51
Alkhamdulillah selamat yo kang mugi2 jadi anak sholih dan berbakti kpd orang tua. Amiin

Luthfia 'Wowo' Woro Isnaeni
20-10-2011 05:54
alhamdulillaaahh .. ponakan baruu .. =DD

Aulia Taufik Ghofur
20-10-2011 05:56
Alhamdulillah... Wah wis 3 kang anakmu,slamat yn kang.wis entuk lanag wedok. Smoga dik Thorif tumbuh sehat n cerdas,jd insan sholeh yg mmbanggakn ortunya..amin

Didit BPK
20-10-2011 05:59
Alhamdulillah smg menjadi anak yg shaleh dan berbakti pada orang tua...

Ornas Radityandaru
20-10-2011 07:11
Alhamdulillah,smoga menjadi anak yg sholeh serta berbakti kepada kedua orang tua dan menjadi permata yg indah bg keluarga,selamat kang!

+6287899...25
20-10-2011 07:23
Barakallahu mas arif sekeluarga. Semoga ALLAH jadikan ananda anak yang soleh. Senantiasa sehat dan berbahagia. Amin.

Arif BPKP
20-10-2011 08:42
Barakallah y mas,smg dpt menjd estafet penerus dakwah

Ronny Wicaksono
20-10-2011 09:42
Alhamdulillah.. Semoga jd anak yg soleh dan berbakti kepada org tua.. Selamat kang..

Anggun Abrina
20-10-2011 10:24
Alhamdulillah... Selamat kang! Wah, hebat mba wiwit,lairan normal! Semoga kehadiran thorif dapat menceriakan semua, dan thorif jadi anak sehat,sholih, bermanfaat bg agama, nusa dan bangsa

Mbak Titi Delta FM
20-10-2011 15:56
Assalamu'alaikum wr wb,Arif, slamat ya atas lahirnya putra ke 3mu smoga slalu sehat & kelak menjadi anak soleh,baik,cerdas,mandiri,rajin & menjadi anak yg berbakti pd ke 2 ortunya,berguna bagi klrg masyarakat agama,bangsa & negara.Aamiiin. Salam utk istri & anak2mu ya 'rif. Wassalam wr wb

Ust Syarif Hidayat
20-10-2011 17:00
Barakallah bi waladin sholeh

Mas Fauzi
20-10-2011 18:23
Barakallah. Semoga menjadi anak sholeh yg menyejukkan mata kedua orang tua, senantiasa membawa kebaikan bagi semuanya, Amin.

+628966...59
20-10-2011 19:53
Barokalloh, turut berbahagia atas kelahiran putranya. Semoga mjd anak sholih. Dimas

Muhammad Hibbani
21-10-2011 10:07
Barokallah kang arif,semoga menjadi investasi berharga karena keshalihannya,insya allah.3 sama :)

Mas Ja'far Shodiq
22-10-2011 17:58
Selamat berbahagia pak arief, smoga menjadi anak yg sholeh. Dan menjadi kebanggaan ibu bapaknya.

Demikian tadi sms kelahiran Thorif, semoga bermanfaat.. Mau dicontek kalo ada temannya yang lahiran, boleh. Mau dicopy paste (buat apa ya?) juga boleh. Monggo..

Salam,
Ase

Minggu, 25 September 2011

Dari Kampung ke Lampung - part 5 : Lika Liku Liqo

Hidup tak hanya di dunia, masih ada kehidupan akhirat dan kita wajib mempersiapkannya dengan sebaik-baiknya. Tarbiyah (pendidikan) sebagai sarana dakwah untuk diri sendiri maupun orang lain tak pelak menjadi (salah satu) sarana mewujudkan persiapan tersebut. Berawal dari lingkaran-lingkaran kecil liqoan pekanan, menjelma pribadi-pribadi muslim shalih untuk selanjutnya menjelma keluarga-keluarga, masyarakat, dan negara, bahkan dunia yang didominasi muslim taat dan berkarakter. Tak peduli ke mana, liqoan harus jalan terus. Demikian juga liqoan saya.

Sebenarnya setelah huru hara skripsi, saya lebih banyak menghabiskan waktu di kampung, sehingga liqoan di JurangMangu sering tidak saya ikuti. Itupun masih ada pembenarannya; banyak juga teman seliqoan yang absen karena sudah penempatan. Padahal sebagian besar di Jakarta. Entahlah, mungkin belum dapat menyesuaikan diri dengan ritme dan dinamika kerja di kantor sehingga liwo sering terabaikan. Apalagi saya yang jauh, semalam perjalanan dari Jakarta ke Purworejo. Di kampung waktu terasa berjalan cepat (maklum sehari-hari bersama istri dan anak tercinta) sehingga "terhanyut" tidak liqo untuk sekian waktu.

Tibalah waktunya penempatan.. Beberapa waktu lampau saat teman-teman penempatan, ada anggota liqo yang dapat penempatan di Semarang. Oleh teman-teman liqo lain (selain saya, waktu itu saya sedang sakit atau sudahdi kampung ya, lupa), dibuat perpisahan kecil-kecilan. Waktunya jadwal liqo, hanya saja diisi dengan kesan-pesan, pamitan dan pemberian kado atau hadiah bagi yang hendak pergi. Pada waktu saya bersiap di JurangMangu menjelang penempatan, waktu itu hari Sabtu dan Ahad sehingga tidak memungkinkan pada jadwal liqo (yang hari Rabu malam), sehingga saya dan salah satu rekan menyengaja bersilaturahim ke rumah ustadz kali di Komplek Pajak. Saya niatnya hanya minta pamit, begitu saja saya pikir.

Sesampainya di sana ada satu lagi rekan bergabung, sehingga total ada 3 orang dalam pertemuan itu ditambah sang ustadz. Singkat cerita, setelah makan minum THR (Turahan alias sisa-sia Hari Raya) dan basa basi, saya menyampaikan maksud untuk berpamitan. Satu persatu rekan termasuk ustadz pun mengucapkan selamat jalan dan mendoakan semoga sukses dan lanjut liqonya di tempat baru. Oleh ustadz saya dipesankan agar tetap kuat, karena hal ini (mutasi) biasa saja di lingkungan Keuangan, ibarat tour of duty saja di kalangan militer. Tak lupa kami juga saling mengikhlaskan bila ada kekhilafan selama berinteraksi di liqoan ini.

Selanjtnya ternyata rekan-rekan sudah menyapkan hadiah bagi saya. Hadiahnya berupa buku (saya mengetahuinya kelak setelah di rumah dan membuka bungkusnya tentunya), tepatnya sebuah buku dan Terjemah Al Quran. Bukunya berjudul 'Shaid Al Khatir' buah karya Ibnul Jauzi, dan satu lagi terjemah Quran per kata 'Al Hidayah'. Wah saya terharu juga menerimannya, hehe.. Hadiah tersebut saya bawa terus dan sampai Lampung baru saya buka. Bukunya bagus, berisi nasihat-nasihat peneguh iman dari sang penulis. Terasa 'mak cess..' tiap kali membacanya, hehe.. Untuk Qurannya belum saya buka sampai sekarang, saya sudah punya mushaf sendiri.

Acara lain setelah itu yang berkesan yaitu semacam testimoni dari rekan-rekan mengenai diri saya, alhamdulillah semuanya positif, (ya iya lah masak udah mau pisah masih disebut yang jelek-jelek, pikir saya). Lebih kepada sikap saya dalam masa huru hara skripsi, sedikit banyak rekan saya dan rekan lain bahkan di luar lingkaran pengajian memberi kesan positif. Saya hanya bisa tersenyum malu dan saya berdoa semoga bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman. Dalam menghadapi hidup, harus sabar, lihat dari atas, alangkah kecilnya kita dan masalah itu mudah saja bagi Alloh untuk menimpakan dan menyelesaikannya pada kita. 

Acara diakhiri sholat magrib, pamitan, dan pulang.

Satu hal yang tidak boleh lupa yaitu transfer liqoan ke kelompok di tempat tujuan, dalam hal ini di Bandar Lampung. Saya sebelum ke JurangMangu dari Pontianak transfernya membawa surat transfer begitu dari kaderisasi. Karena ke Lampung ini mendadak, maka langsung saja tidak pakai surat hanya per telepon antar ustadz. Tadinya say sudah menghubungi rekan di Bandarlampung, dan dikasih nomor ustadznya, sebut saja namanya ustadz 'S'. Ternyata oleh ustadz di JurangMangu, saya disuruh menghubungi yang lain, sebut saja namanya pak 'AA'. Pak AA ini ternyata kerja di BPKP Perwakilan provinsi Lampung dan beliau dua pekan lagi hendak mutasi ke Jakarta. Jadi sesampainya saya di Lampung dan bertemu dengan beliau, saya diajak menemui ustadz lain, sebut saja namanya pak 'AS'. 

Singkat cerita setelah bertemu pak AS, beliau meminta kontak ustadz di JurangMangu. Saya pun memberikan kontaknya, sementara kontak pak AS pun saya berikan ke ustadz di JurangMangu. Dua hari kemudian, saya dihubungi oleh pak AS, eeh ternyata oleh beliau saya disuruh gabung ke liqoan pak ustadz 'S', ya yang pertama kali diberikan teman saya di Lampung tadi. Hehe, penuh liku yaa...

Malam harinya saya sudah liqo dengan beliau ustadz S, sayang sekali entah karena waktunya sempit atau bagaimana, tidak disediakan sesi khusus untuk berkenalan. Secara umum, kebanyakan anggotanya seumuran saya, katanya kalo lengkap ada 12 orang. Waktu liqo pertama itu hanya ada sekitar 7 orang. Yang berkesan adalah oleh tuan rumah (salah satu anggota liqo) kami dijamu makan besar, dengan berbagai macam lauk ada ikan bakar, pindang cumi, lalap, sambel, sayur asem, dan kerupuk. Padahal sebelumnya sudah dijamu snack dan minum. Tak lupa minum teh hangat dan jeruk apel. Wah saya pulang liqo dengan perut kenyang walaupun hati tidak tenang alias penasaran, gara-gara belum berkenalan.. mungkin lain kali, seiring waktu saya akan dan harus berkenalan dengan teman-teman baru..

Teluk Betung Utara, akhir September 2011
bujangan lokal aksi maksimal
Arif Se

Senin, 19 September 2011

Dari Kampung ke Lampung - part 2 : Telat Udah Sepi

Masih segar dalam ingatan saya karena memang baru dua pekan yang lalu; hari Kamis tanggal 8 September 2011, saya masih di kampung di Prembun, Kebumen, Jawa Tengah, seorang teman di Kepegawaian KPDJP menghubungi saya "siap-siap ya, SK keluar minggu ini". Itu terjadi pada pagi hari. Siang hari, teman yang lain -- kali ini teman yang di subag mutasi Kepegawaian-- menghubungi saya via sms, "SK sudah keluar, siap-siap ya, hasilnya bagus dan terjangkau. Selamat ya dari saya". Waktu itu rasanya deg-degan, campur aduk tidak karuan, lega juga karena sudah menanti sekian lama.

Saya balas smsnya, kira-kira seperti ini, "wah alhamdulillah, cepat juga ya, kalo boleh tahu dapat mana ya?"
"maaf pak, masih RJ, belum dinomri dan dibuat salinan", balasnya. RJ artinya rahasia jabatan.


=======

maaf, saya lupa hendak menulis apa di judul ini, setelah sekian lama menjadi draft dan ketika hendak diteruskan kok hilang idenya :(
Semoga berkenan, nanti kalo sudah ingat diperbaiki lagi deh :p

Salam,

Ase- Bandar Lampung

Minggu, 18 September 2011

Dari Kampung ke Lampung - part 1 : Transportasi

Sebelumnya maaf karena tiba-tiba langsung cerita tentang perjalanan ke Lampung saja. Ini semacam ketidakteraturan dalam hidup, ya, saya jarang update blog (silakan salahkan Facebook dan Twitter ya! hehe). Semoga bermanfaat.

Perjalanan ke Lampung sebenarnya bisa lebih mudah dan  efisien dari kampung saya di Purworejo/Kebumen dengan bis malam. Yang recommended (karena bapak dan mertua pernah naik dan puas) adalah bis 'Putra Remaja'. Dari kampung berangkat sekitar pukul 18.00 atau magrib, lah. Sampai ke Jakarta terus langsung ke Merak subuh. Dari sana penyeberangan ke Bakaheuni kurang lebih 2 jam. Dari Bakaheuni ke Lampung 2 jam juga. Sampai Bandar Lampung sekitar pukul 10 pagi lah. Itu sudah praktis hanya membayar satu kali langsung sampai tujuan. Dapat makan satu kali, tempatnya enak, bersih. Bisnya juga enak, bersih, ACnya sejuk, dan (menurut ibu mertua saya) 'satu bis kursinya cuma sedikit!'. Tiket sekitar 150 ribu sampai dengan 200 ribu rupiah.

Nah lucunya pilihan ngebis langsung dari kampung itu entah mengapa sama sekali tidak terpikirkan oleh saya! Ceritanya, ketika tahu dapat penempatan di sana, oleh teman-teman saya di kantor pusat saya dijejali alternatif lain transport ke sana. Ini praktis juga, hanya dari Jakarta. Kata teman saya, dari kampung naik kereta api ke Jakarta. Dari Jakarta, paling mudah naik bis DAMRI dari Gambir. Bis ini langsung ke Bandarlampung, bayar sekali sampai tujuan. Sungguh hanya itu yang saya pikrkan pada awalnya. Ditambah lagi, teman saya yang pernah di Lampung mengingatkan saya agar jangan 'ngeteng' alias naik bis pindah-pindah dan jangan pernah mencoba masuk terminal Rajabasa. Konon, bila pertama kali ke sana maka akan terjadi hal yang menyedihkan; ditarik-tarik dan sebagainya. Mengerikan lah, tidak terbayang oleh saya bila bernasib buruk seperti itu. Jadi mindset tentang DAMRI iru begitu kuat tertanam dalam benak saya! hehe.. Karcis dari Gambir sampai Bandar Lampung sekitar 150 rupiah.

Nah ada teman saya mengusulkan alternatif lain, tapi lucunya ini juga mindsetnya masih dari Jakarta. Jadi dari kampung naik kereta ke Jakarta, kemudian dari Jakarta..naik pesawat! Kata teman ini, "yang naik bis itu cuma mahasiswa, bukan pegawai!" (kelak saya tahu pendapat ini tidak benar). Bahkan dia menawarkan membelikan saya tiket Jakarta-Bandar Lampung. Wah, dasar anak STAN, ada gratisan langsung aja disamber, hehe.. Akhirnya saya memakai alternatif transportasi dari teman ini. Pada tanggal 16 September, hari Jumat, saya terbang dari Bandara Internasional Soekarno Hatta - Jakarta ke Bandara Radin Intan II, Lampung setelah sebelumnya naik kereta dari Kutoarjo ke Jakarta. Tiketnya murah, 283 ribu rupiah saja. Tetapi penerbangannya pun cukup singkat, hanya 20 menit.. *_^

Sesampainya di sini, saya mengetahui bahwa pendapat mengenai naik bis itu mahasiswa menurut teman saya adalah tidak benar sama sekali. Ternyata banyak rekan  di kantor yang PJKA alias Pulang Jumat Kembali Ahad. Mereka ini rumahnya di Jakarta, Bekasi, pokoknya Jabotabek lah, di Bandar Lampung mereka ngekos atau kontrak rumah. Jumat sore, pulang ke Jakarta ya naik bis itu. Dari kantor biasanya dijemput pake travel sampai Bakaheuni (jika naik bis, pool bisnya kejauhan dari kantor). Dari sana nyeberang sendiri, maksudnya turun kemudian cari tiket sendiri begitu. Setelah menyeberang ke Merak, naik bis ke tujuan masing-masing. Ternyata alternatif ini (yang juga mematahkan pendaat mengenai ngeteng yang mengerikan tadi) lebih mudah, fleksibel, dan murah. Pokoknya total sampai Jakarta hanya habis 70 - 75 ribu rupiah saja. Bila untuk bolak-balik masih lebih murah daripada naik DAMRI sekali jalan, kan? Mungkin suatu saat saya akan mencobanya..


Selasa, 15 Februari 2011

Pengalaman Diterapi Bekam dan Kirofraksi - part 2

Kirofraksi atau kiropraksi pada dasarnya berarti pembetulan tulang belakang. Pengalaman dikiro lumayan enak, walaupun sakit (lhah? bingung kan). Perlu dipahami bahwa walaupun kelihatannya mudah tetapi sebaiknya jangan asal ditiru tanpa dasar pengetahuan yang cukup, karena justru berbahaya.

Pada mulanya saya disuruh tiduran telentang. Mulailah terapi kiro dengan bergantian menekuk kaki kanan dan kiri dengan cara lututnya didekatkan ke badan. Tidak ada rasa apa-apa saat gerakan tersebut. Kemudian gerakan yang sama, hanya saja bawah lutut diganjal dengan lengan terapis. Waktu itu yang kanan tidak terasa apa-apa, tetapi saat yang kiri terasa agak sakit, njarem istilah Jawa-nya. Mungkin karena memang bagian kiri saya yang bermasalah.

Setelah itu kedua kaki dengan gerakan yang sama, ditekuk mendekati badan. Kalao tidak salah ingat, ada 3 kali diulang. Tidak terasa apa-apa. Kemudian gerakan yang sama, hanya pada saat mendekati badan saya disuruh mengangkat kepala mendekati lutut sekuat tenaga. Agak sakit sih, gerakan ini dilakukan 3 kali kalo tidak salah ingat. Setelah itu kembali telentang kaki lurus, oleh terapisnya bergantian kaki kanan dan kiri diangkat kemudian telapaknya dipukul-pukul beberapa kali. Agak keras sih mukulnya, bertenaga gitu, terasa sampai punggung.

Nah berikutnya yang paling asyik, hehe. Saya disuruh miring, pertama miring kanan. Kaki kanan (di bawah) lurus, kaki kiri ditekuk dan diletakkan di depan. Tangan lurus. Kemudian oleh terapisnya bahu saya ditarik berlawanan arah dengan pinggul yang didorong. Pelan saja, tetapi saat itu tulang belakang bunyi "kretek, klethuk..." dan rasanya enak, lega gitu. Selanjutnya ganti miring kiri. Sama juga, bunyi krurtuuuk... kletek!! Tampaknya tulang tulang pada bergeser dari tempat semula, tetapi rasanya enak kok. Gerakan selanjutnya hampir sama, hanya saja saat ditarik-dorong tangan saya ikut ditarik, bukan hanya bahu. Tetapi saat gerakan kedua ini tidak ada bunyi apa-apa lagi dan tidak terasa apa-apa.

Selanjutnya saya disuruh telungkup, tangan santai/bebas. Terapi diawali dengan menginjak (atau memijat? saya tidak lihat) telapak kaki. Pada bagian tengah saat diinjak terasa sakit sekali, kata terapisnya karena pencernaan terganggu (iya memang pernah pijat refleksi juga di bagian itu sakit dan katanya memang karena pencernaan bermasalah). Untuk bagian telungkup ini karena saya tidak melihat apa yang dilakukan, hanya terasa saja jadi ceritanya mungkin kurang lengkap. Yang jelas full dipijat di bagian tulang belakang (punggung tengah) dari atas sampai bawah.

Agak lupa detailnya, kalau tidak salah pertama (mungkin ya) secara umum saja, ditekan-tekan punggungnya. Setelah itu tulang belakang dari atas sampai bawah dipijat, ditekan satu persatu (mungkin pake jempol dua tangan gitu ya). Kata terapisnya mungkin agak sakit, dan memang sakit sekali, terutama pada bagian yang bermasalah (tidak semua terasa sakit). Yang saya ingat terasa sakit yaitu di bawah leher dan di tengah yang katanya ke limpa itu. Tambah lagi tidak hanya sekali penekanan itu dilakuakn, ada 3 atau 4 kali. Jadilah saya meringis kesakitan setiap kalo bagian yang sakit ditekan, hehe

Setelah selesai 'siksaan' itu, bagian yang sakit diperiksa oleh terapis dengan diurut-urut memakai minyak. Agak lama sih, selain diurut juga ditekan-tekan lagi. Kata terapisnya, sudah agak mendingan, hanya perlu dibereskan pada pertemuan berikutnya (saya dianjurkan bekam sebulan sekali). Alhamdulillah, entah kenapa tidak sakit lagi dan terasa lega saja.

Ternyata belum selesai, gerakan terakhir saya disuruh duduk santai, terapis berdiri di belakang punggung saya. Lututnya menekan punggung, sementara tangan saya berpegangan pada bahunya. dengan posisi tersebut saya diangkat beberapa kali. Setelah itu baru deh selesai beneran.. hehe. Pengalaman yang berharga dan menyehatkan tentunya, semoga bisa menjadi referensi bagi yang membaca. Amin

Jurangmangu - Februari 2011
kang Ase

Pengalaman Diterapi Bekam dan Kirofraksi - part 1

Walaupun sudah lama mengetahui mengenai terapi bekam (dimulai dari zaman SD saat membaca 'bekam' dan mencari tahu apa artinya), tetapi baru dua pekan lalu saya mencoba bekam. Ceritanya, di kost lama teman-teman sering bekam, malah punya tukang bekam langganan, pak Indra namanya. Selain bekam, beliau juga bisa terapi kirofraksi, banyak pasiennya adalah mahasiswa STAN. Nah dua pekan lalu memang saya merasakan sakit kepala yang luar biasa, diobati tidak mempan, istri menyarankan agar dibekam saja. Kebetulan pas malamnya teman di kost janjian dengan pak Indra, jadi saya ikut antri.

Pada dasarnya bekam atau hijamah (atau ada yang menyebut 'kop') adalah terapi dengan membuang darah kotor melalui permukaan kulit setelah kulit di'kop' pada titik-titik tertentu. Awalnya saya dipijit-pijit terlebih dahulu dan permukaan kulit punggung di beberapa tempat dilumuri minyak. Kemudian mulai deh dikop, memakai tabung (semacam gelas plastik dengan mekanisme lubang penyedot di bagian dasarnya) yang dengan alat penyedot mirip pistol (hehe) disedot udara di dalamnya. Hasilnya kulit di permukaan yang dikop akan menggembung, tersedot ke dalam tabung tersebut. Rasanya tidak sakit kok, hanya seperti dicubit dan ditarik gitu. Ada beberapa titik yang dikop, 9 titik tepatnya. Di bawah telinga kiri-kanan, di pundak kiri-kanan, bawahnya di tengah, kemudian sisanya punggung bawah.

Masing-masing tabung kemudian dilepas setelah sekitar 5 menit. Kemudian kulit yang tadi dikop ditusuk-tusuk memakai jarum (jarumnya yang biasa dipakai untuk mengambil sampel darah, yang didorong memakai mekanisme semacam bolpoin itu lho, yang biasa donor darah pasti tahu). Tidak cuma satu tetapi beberapa tusukan, "cekrak cekrak!!" gitu bunyinya. Konon dulu tekniknya memakai pisau, disayat gitu, ngeri yaa.... Dari hasil tusukan tadi belum banyak darah keluar, hanya sedikit lah. Kemudian area kop yang sudah ditusuk-tusuk tadi dikop lagi, saat itulah darah keluar, ya tidak banyak juga hanya beberapa tetes.

Saat memeriksa sekitar tulang belakang di daerah tengah punggung (saya gak tau tepatnya), saya ditanya apakah sakit atau tidak. Di satu titik memang sakit sekali saat dipijit. Kata sang terapis, itu adalah tulang belakang yang bergeser dan menjepit syaraf. Syaraf tersebut merupakans yaraf yang berhubungan ke organ limpa, dan mempengaruhi pencernaan. Bila dibiarkan, maka akan tambah parah, dan bisa menyebabkan turun bero alias hernia. Wah, serem juga ya?

Ternyata keluhan saya selama ini yaitu sering migrain disinyalir dipicu hal itu juga. Karena syaraf terjepit, ada aliran darah yang kurang lancar ke kepala. Kemudian juga migrain saya sudah sangat parah, sering kambuh. Pusing sedikit migrain, kepanasan sedikit kambuh. Lapar pun kambuh. Bahkan sekedar merasa gemas melihat anak-anak dan menggeletukkan gigi isa memicu migrain saya kambuh. hal tiu dipicu karena posisi tulang belakang yang eror tersebut. Terbukti saat dilepas bekam dari bagian bawah punggung yang katanya bagian pencernaan, darah yang diambil hitam pekat, hiii ngeri juga lihatnya ya!

Penyebab gejala tersebut kata terapisnya kemungkinan pernah jatuh, atau mengangkat benda berat tetapi salah posisi (saya kurang paham maksudnya). Tapi wong saya inget-inget gak inget juga, lagian saya tidak pernah merasa sakit di bagian itu jadi ya baru ketahuan sekarang. Padahal migrain saya sudah terasa sejak lama, sejak SMA bahkan. Alhamdulillah dengan terapi ini bisa juga ketahuan penyakit lain.

Singkat cerita kami janjian untuk terapi kirofraksi (reposisi tulang belakang) pada pekan depannya. Badan saya setelah dibekam menjadi segar, punggung menjadi hangat dan nyaman. - bersambung-

Jumat, 11 Februari 2011

Kecil Bukan Berarti Benar (Anti Tirani Minoritas)

Beberapa hari terakhir ini media kita dipenuhi berita mengenai kasus Ahmadiyah di Pandeglang dan rusuh Temanggung. Bagi saya tambah satu lagi, kasus tertabraknya seorang anak di jalur busway koridor 6. Menarik sekali bagi saya bahwa beberapa (tidak semuanya) stasiun televisi serta merta membela "korban" dalam kasus tersebut dan (kok ya selalu) menjelek-jelekkan pemerintah.

Ahmadiyah, merupakan paham, organisasi, sekte, aliran, --silakan sebut istilah lainnya-- yang terlarang, sesat dan menyesatkan, dan keluar dari Islam. Tetapi mereka masih mengaku Islam, sehingga keberadaannya meresahkan masyarakat. Kerusuhan di Pandeglang menurut saya 'ekses wajar' dari keberadaan Ahmadiyah tersebut. Nah, akar masalahnya kan tidak jelasnya status Ahmadiyah itu. Tetapi, karena ada kerusuhan dan timbul korban di pihak mereka, maka media dan pengamat ramai-ramai membela mereka. Entah memang tidak paham atau sengaja meracuni masyarakat, tetapi yang jelas tampak bahwa apapun masalahnya, asal ada korban di pihak monirotas, tidak peduli minoritas itu benar atau salah, maka akan dibela.

Terjadi peristiwa tabrakan, korbannya anak SD yang menyeberang jalur busway. Tentu dapat dipastikan siapa yang disalahkan? Ya bus transjakarta tersebut. Padahal bila kita berpikir jernih, bagaimana bisa seorang anak menyeberang di jalur busway? Apakah dia tidak dididik menyeberang lewat jembatan penyeberangan? Gambar di stasiun TV yang paling 'sinis' sekalipun menampakkan jembatan penyeberangan tersebut di belakang TKP. Bagaimana pengawasan orang tuanya? Mana teman-temannya yang harusnya mengingatkannya, mengapa dia sendiri? Tentunya tidak akan dibahas karena yang muncul adalah bus Transjakarta bersalah menghabisi nyawa seorang anak kecil, dan (lagi-lagi) pemerintah lah yang salah, mengapa pengamanannya tidak benar? Tadi saya lihat lagi berita bahwa sopirnya ditahan.

Astagfirulloh.

Semoga kita menjadi semakin bijak, bahwa tidak semua yang menjadi korban, tidak semua yang mati, tidak semua minoritas itu benar. Ahmadiyah itu salah, jelas itu, meninggalnya korban di pihak mereka tidak terus menjadikan mereka benar dan dibela dengan alasan HAM lah, kebebasan agama lah, dan sebagainya. Membela hak mereka sebagai warga negara (bukan sebagai muslimin) sebenarnay sudah disuarakan banyak pihak, bukan? Bubarkan, atau tegaskan bukan Islam dan larang memakai label Islam. Dan sebagainya, saya tidak berkompeten membahasnya.

Kalau sedikit-sedikit yang kecil (tapi sala) dibela, saya kuwatir kita menjadi tirani minoritas. Yang besar dan benar kok kalah dengan yang kecil tapi salah. Harus yakin dulu yang salah mana yang benar mana, tidak tegas...

Sabtu, 05 Juni 2010

Pembeli Hanya Merepotkan!!

Pembeli adalah raja? tampaknya pameo itu sudah usang di zaman ini. Yang benar adalah "pembeli hanya merepotkan", seperti cerita pembuat hok lo pan di novel Maryamah Karpov karangan Andrea Hirata. Memang bisa dimengerti sikap penjual tersebut, tetapi tetap saja membuat jengkel.

Ceritanya dalam kurun waktu sepekan ini sudah beberapa kali saya dikecewakan oleh sikap penjual makanan. Kejadian pertama adalah pada hari rabu 2 Juni 2010 di warung nasi "Sederhana", Kalimangso, Jurangmangu Timur (kawasan pada mahasiswa STAN). Di kalangan mahasiswa warung ini lebih terkenal dengan sebutan 'Warung Bu Bor', alias Bu Boros. Entah bagaimana awalnya disebut begitu, tetapi memang sejak saya kuliah D3 dulu harga di warung ini lebih tinggi dari rata-rata warung di Kalimangso, sehingga bila rajin berkunjung ke sana bisa dipastikan terjadi pemborosan uang saku.

Siang itu saya hendak membeli sayur dan lauk saja, karena di rumah sudah tersedia nasi.
Hal ini biasa saya lakukan tetapi memang di Bu Bor baru sekali itu. Singkat cerita setelah antri sebentar tibalah giliran saya bertransaksi.

"Mas-e?" kata pelayan kepada saya. Maksudnya menanyakan apa pesanan saya, dia sudah siap dengan food wrapper kertas coklat yang siap membungkus sembari menciduk nasi. "Beli sayurnya aja mas", jawab saya sambil melirik deretan sayur di etalase. Lumayan banyak, ada sayur kacang, orek tempe, ayam, ikan, kangkung, acar sunda (ada lagi tetapi saya lupa apa saja). "Wah, gak jualan sayur mas", kata pelayan tadi sambil tersenyum. Saya kaget, spontan saya protes "lho ini kan ada?", karena memang dalam sepersekian detik di pikiran saya terlintas bahwa pelayan tadi berkata seperti itu karena mengira sayurnya habis.

"Kita gak jualan sayur mas... Kalo nasinya banyak, sayurnya sedikit.." kata Bu Bor sang maestro menimpali dari belakang pelayan tersebut. Nadanya agak tinggi gimana gitu, tidak enak didengar. Saya langsung malas berargumentasi dan hanya meninggalkan warung setelah berkata, "kok gak boleh sih!" dan ditambah dalam hati, "warung macam apa nih!" hehehe... akhirnya saya kembali dan membeli sayur di warung lain.

Kejadian kedua adalah saat saya dalam perjalanan menuju kampung halaman dengan kereta api Sawunggalih Utama dari Pasarsenen tujuan Kutoarjo, keesokan harinya. Kebetulan waktu itu istri saya ingin membuat kopi -- sebuah kopi pracampuran herbal gitu-- tetapi kami tidak membawa bekal air panas. Karena di atas kereta memang hanya ada petugas dari Reska (restoran KA), maka saya bermaksud membeli segelas air panas kepada salah satu petugas yang lewat.

"Pak, ada air panas?" tanya saya. Petugas tadi kok mengernyitkan dahi dan malah bertanya balik, "air panas saja pak?"
"iya", jawab saya. Kata petugas, "beli yang lain dong pak, masak cuma air panas. Bapak aja lah yang ambil ke sana!" tukasnya sambil memberi isyarat arah gerbong makan dengan kepalanya. "oh, ya udah." kata saya, malas meneruskan pembicaraan.

Saya dan istri hanya geleng-geleng kepala karena kejadian tadi. Kata istri saya, mungkin kurang jelas bilangnya, dikira petugas tadi hanya meminta saja bukan membeli. Benar saja, saat ada petugas lain lewat dan saya tanya, "Pak, BELI air panas bisa?" petugas tersebut menjawab, "Bisa bisa pak, pake gelas saja ya pak?". "ya, boleh satu gelas saja pak, terimakasih", jawab saya. Tak berapa lama pesanan air panas datang dan saya bayar dengan agak mahal sebagai bentuk apresiasi atas pelayanan petugas tersebut.

Satu lagi kejadian yang saya alami dua hari selang perjalanan kereta tadi yaitu di warung Bakso Pak Jenggot di kawasan jalan raya Prembun. Agak beda sih ceritanya, setelah memesan bakso saya dan istri memesan 2 es jeruk kepada seorang pelayan. Tepatnya, kepada pak Jenggot sendiri hla beliau yang menanyakan setelah kami duduk mau minum apa.

Tak berapa lama seorang pelayan (kami tahu namanya sebut saja W) mendekati meja kami dan menanyakan mau pesan minuman apa. Saya jawab, "es jeruk 2, tadi sudah pesan kok" dan dia pun berlalu. Singkat cerita bakso sudah hampir habis dan agak kepedesan tetapi kok pesanan minuman belum datang. Saya tengok ke bagian minuman pak Jenggot ternyata menghilang entah kemana, barangkali dia lupa. Sementara pelayan W sudah sibuk membuatkan pesanan pelanggan lain yang datang belakangan. Tak kurang akal kami memesan lagi kali ini kepada ibu Jenggot yang lewat. "Bu, es teh 2 ya!". Ibu tersebut pun menjawab "(iya), es teh?" saya mengangguk saja.

Tak berapa lama pelanggan datang dan bu Jenggot dengan santainya meracik bakso untuk mereka, weeiiittss mana es teh kami? Yah barangkali lupa lagi (mending tidak menghilang). Karena bakso sudah habis dan rasa haus maka akhirnya saya ambil minuman botol di kulkas. Saat membayar ternyata ketahuan harga minuman botol itu lebih mahal daripada es teh padahal kami lebih suka es teh asli dengan sensasi mengaduk-aduk gula pasir itu lho. Dan yang sangat menyesakkan adalah sang penjual tidak ada inisiatif meminta maaf atau mengklarifikasi mengapa pesanan kami tidak datang-datang ( yaa mungkin jeruknya harus metik dulu atau gimana) bahkan senyum juga tiddak. Ah, saya jadi males ke sana lagi (untuk hari ini, hehehe... ya iya lah).

Itulah beberapa kejadian yang saya dan istri alami beberapa hari ini. Walaupun berbeda-beda tetapi core-nya sama saja : intinya adalah pelecehan terhadap konsumen. Seolah olah konsumen datang ke situ dengan meminta-minta dan memelas, bukan dengan terhormat dan membayar sesuai tarif. Bahkan lebih parah seolah konsumen adalah makhluk gaib karena tidak terlihat sehingga tidak dapat diberi senyuman atau berkomunikasi sepantasnya sebagai manusia.

Satu lagi bahwa ternyata ketiga cerita tersebut tokohnya dalah pemegang monopoli minoritas dagangannya di kawasan masing-masing. Bu Bor sudah punya kelas tersendiri di Kalimangso. Reska, sejak pedagang asongan diharamkan naik kereta maka dia menjadi pemegang penjualan makanan utama di perjalanan kereta api. Pak Jenggot adalah warung bakso legendaris yang tiada tandingannya di jalan raya Prembun. Walaupun dengan sekuat tenaga saya mencoba menghapus prasangka buruk, tetapi tetap ada sebuah prasangka yang menjadi stigma di otak : mentang-mentang udah laris jadi sok!!

Sungguh tiada maksud mendiskreditkan pihak pihak tertentu khususnya para penjual makanan di dalam tulisan ini. Saya hanya mencoba memotretnya dari sudut pandang saya saja sebagai konsumen yang merasa (agak) dirugikan oleh sikap penjual yang tidak terpuji. Untuk yang berperan sebagai penjual; tolong tunjukkan empati dan profesionalisme anda. Pembeli datang bukan dengan meminta minta, tetapi membayar sehingga wajar anda layani dengan baik. Tempatkan diri anda bila di posisi konsumen tadi, apakah anda terima diperlakukan tidak terpuji seperti itu? Memanusiakan manusia, lah, istilah kerennya.

Kepada segenap konsumen Indonesia (halah, lebay), yuk lebih selektif dalam memilih tempat anda berbelanja. Jangan jadikan ketergantungan anda terhadap salah satu merk atau tempat membuat anda menutup mata, perlakuan penjual apapun anda terima mentah mentah. Tidak. Anda punya hak sebagai konsumen. Cara paling sederhana, tinggalkan, tidak usah beli di situ lagi. Cara lain bisa meminta bantuan hukum. Semua terletak di tangan anda, silakan memilih.

Akhirnya semoga tulisan ini bermanfaat bagi anda semua. Kritik dan saran tetap saya tunggu. Terutama bagi yang ingin sharing pengalaman, minimal dengan sharing anda sudah mengurangi beban pikiran anda. Semoga

Prembun, Juni 2010

kang A Se

Jumat, 04 Juni 2010

Black Monday

Tragedi Freedom Flotilla (arti harfiahnya : armada kecil kebebasan) yang menewaskan dan melukai aktivis kemanusiaan sangat menyesakkan dada kita semua. Mencoba bicara terlepas dari Israel dalam pandangan kajian Islam, saya mengajak semua orang sekedar sebagai manusia, apapun agama Anda, untuk sekedar (lagi lagi sekedar) menyadari bahwa Israel adalah salah dan pelaku kejahatan. Mungkin bagi Anda ada keraguan-keraguan yang terlontar setelah membaca media massa, atau menonton tv yang kadanag tidak berpihak kepada Palestina. Tapi saya punya jawabannya kok.

Untuk yang muslim mungkin berpikir mengapa harus membantu mereka. Anda bagaimana, wong sudah jelas dalam Islam selain ada kewajiban terhadap sesama muslim, juga ada hak-hak non-muslim dan makhluk lain yang menjadi kewajiban kita untuk memenuhinya,nah kebayang kan kalo kita aja disuruh (misalnya) mematuhi adab-adab menyembelih ayam, lalu bagaimana dengan membela hidup sesama manusia khususnya di daerah konflik tersebut.



Kemudian ada lagi yang berpikiran ngapain sih repot mikirn hal itu, masalah di dalam negeri saja masih banyak, kemiskinan, kelaparan, dan sebagainya. "Mbok ya urus dulu masalah dalam negeri, baru bantu luar begeri", kira-kira seperti itu mikirnya. Jawabannya adalah; hey bung, anda berpikiran picik. UUD negara kita jelas menyuratkan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. (maksudnya udah tau kan? apa perlu dijelasin lagi bahwa Israel itu menjajah PAlestin?). RI pun meratifikasi pernyataan HAM, dan berbagai hukum internasional 'yang baik-baik' semua diratifikasi. Harusnya dipatuhi dong. Cuman saya nggak enak kalo menuduh bahwa sikap diam atas penjajahan ini adalah pembangkangan terhadap UUD.. terlalu jauh kali ya.

Kemudian politik luar negeri RI adalah bebas aktif. Bebas iya (yaa walopun tau sendiri lah agak-agak condong ke mana), aktifnya itu (dalam masalah Palestina) masih agak kurang, hehe. Trus, jangan salah bro, Indonesia kalo pas proklamasi gak ada pengakuan negara lain (setau saya yang pertama mengakui kedaulatan adalah negara Mesir), gak akan pernah didengar nih negara di dunia internasional. Trus jangan salah lagi, Palestina saja yang krisis begitu ikut memberi bantuan kok ke Aceh saat Tsunami desember 2004. Jadi, masih mikir secara egois, dalam negeri dulu?? (which means gak akan selesai sampai kiamat, namanya negara kan adaa aja masalahnya) mending cari negara lain aja....

Pikiran lain adalah relawan yang berangkat ke sana kan tanpa izin pemerintah, jadi ngapain pemerintah 'repot' mengupayakan agar mereka kembali. Lhah wong mereka juga gak mau pulang kok. Ngapain coba...??

Nah jawabannya, kembali ke UUD dasar negara kita yang dalam pembukaannya memuat tujuan nasional yang salah satunya adalah melindungi segenap bangsa Indonesia. Selama mereka masih berstatus WNI, di manapun di belahan dunia ini harus dilindungi, tanpa syarat apapun. Bayangkan, wong yang 'teroris' Hambali aja di Amerika sono masih diupayakan untuk dipulangkan dan diadili di Indonesia, ya apalagi yang relawan ini. Cukup jelas yaa...

Banyak lagi pikiran-likiran nyeleneh lain yang kelihatannya brilian tetapi ternyata (menurut saya) sangat hedonis dan materialistis ; ujung ujungnya duit... Padahal para pendiri bangsa ini tidak mendirikan negara dengan duit tetapi keringat dan air mata, kehormatan dan perjuangan. Hayo jujur aja, keberatan mengurus mereka kaena mahal kan...? hehehe (nuduh.com)

Udah ah demikian tadi uneg-uneg saya, karena setahu saya untuk beramal kita harus berilmu dulu, nah boro-boro mau menuntut ilmu kalo dasarnya aja kita gak yakin. Dalam masalah ini mungkin teman-teman banyak menemui pemikiran pemikiran seperti di atas, saya sudah mencoba membantahnya secara sederhana. Nah sekarang keputusan di tangan rekan-rekan sekalian, masih cuek atau tidak?

Mungkin jawabannya "ya jelas nggak cuek lah, keparat, dsb". OK segala hujatan anda dapat dipahami, tetapi sekarang udah lewat masanya menghujat dan sebagainya, saatnya aksi nyata. Tidak bisa dipungkiri bahwa aksi relawan tersebut, misalnya, adalah bukti bahwa aksi dari pemerintah yang masih kurang memuaskan. Jadi mohon jangan salahkan mereka secara mentah-mentah. Salah satu aksi yang bisa kita lakukan (dan ini sebenarnya sudah lama isunya, hanya muncul secara sporadis kalo ada berita kekejaman isarel seperti kemarin) adalah memboikot produk pro zionis.

Memboikot bukan mengharamkan barangnya, karena mengharamkan yang halal adalah terlarang (maaf bagi yang non muslim kalo gak jelas). Tetapi ini merupakan bentuk perlawanan termudah (kalo tidak dibilang terefektif, bagi saya sih terefektif adalah pengerahan pasukan tempur ke sana dan pemusnahan masal haha...) yang dapat dilakukan, untuk tidak membantu (secara tidak langsung) kejahatan mereka, denagn cara memberi pukulan telak ke kantong mereka.

Secara sederhana, kita menahan diri dari membeli produk pro zonis agar mereka tidak mendapat keuntungan yang oleh mereka digunakan untuk membeli peluru membunuh rakyat PAlestina. Anda mengatakan mungkin itu konyol, silakan, tetapi kenyataannya seperti itu, kok. Anda juga mungkin mengatakan itu tidak efektif. Saya bilang tadi memang tidak efektif karena yang paling efektif adalah menerjunkan pasukan militer kesana dan menghabisi mereka, hehe... Tetapi bila lihat-lihat di internet banyak juga hasil efektif dari boikot ini.

Untuk produk yang diboikot atau gimana dasarnya bisa tanya mas Dian (hlooo...???) atau situs legendaris inminds.co.uk (tapi please, gak usah lebay nanya "trus gimana dunk apa komputer gue musti ganti prosesor? Kebanyakan yang nanya sinis gini tuh gak aksi sama sekali, dan udah tau juga dia bahwa memang beberapa produk susah banget diboikot dan cari alternatifnya, trus ya udah pake aja, gitu, tapi sebagian besar bisa kok)

Maksud saya di sini, mungkin ada yang berpikiran hla wong Pemerintah aja nggak memboikot, ngapain kita memboikot? Nah pola pikirnya adalah seperti maslah relawan tadi. Mungkin dirasakan pemerintah aja gak nyata aksinya, mengapa tidak bergerak sendiri? gitu lho... yaa intinya banyak aksi yang bisa dilakukan lah.

Roda zaman terus berputar, terseret tertatih tatih... (lagunya Ebiet G ade).. Kita mempunyai andil dalam takdir kita sendiri-sendiri, sekarang pilihan ada di tanganmu, apakah andilmu menggoreskan tinta emas atau noda dalam kehidupan. Sadarlah mulai sekarang, dan bergeraklah...

Jurangmangu - Kebumen
Juni 2010

Arif S